KPU Karanganyar Ikuti Ngopi Asli - Bahas Optimalisasi Penyimpanan Arsip dan Logistik Ex Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024
KARANGANYAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar mengikuti kegiatan “Ngopi Asli” (Ngobrol Pinter Arsip dan Logistik) yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Tengah secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (28/10/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Extra Time: Optimalisasi Penyimpanan Arsip dan Logistik Ex Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024” ini diikuti oleh seluruh KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Forum rutin tersebut menjadi wadah berbagi praktik baik serta strategi dalam pengelolaan arsip dan logistik pasca pemilu. Kegiatan dibuka oleh Basmar Perianto Amron, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Perencanaan dan Logistik. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan. “Semangat Sumpah Pemuda harus kita terapkan dalam pengabdian sebagai penyelenggara pemilu, termasuk menjaga dokumentasi agar tidak hilang. Arsip pemilu adalah bagian dari sejarah demokrasi yang tidak boleh dilupakan,” ujar Basmar. Basmar juga mengingatkan bahwa kegiatan Ngopi Asli menjadi ruang belajar dan refleksi bagi seluruh jajaran penyelenggara pemilu agar setiap proses dokumentasi, arsip, dan logistik dapat dikelola secara tertib, efisien, dan akuntabel. Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini antara lain, Ruliawan Nugroho Ketua KPU Kabupaten Wonosobo, Rofingatun Khasanah Ketua KPU Kabupaten Banyumas, M.Ika Iqbal Fahmi Ketua KPU Kabupaten Rembang. Ketiga narasumber berbagi pengalaman dari daerah masing-masing terkait pengelolaan arsip dan logistik ex pemilu. Ketua KPU Kabupaten Wonosobo, Ruliawan Nugroho, memaparkan bahwa pihaknya mengelola arsip dan logistik di dua gudang, yakni Gudang Kalianget dan kantor KPU Wonosobo. “Surat suara Pemilu sebanyak 3,5 juta lembar sudah dilelang bersama bilik dan kotak suara. Sementara dokumen seperti C-Hasil dan laporan badan ad hoc kami simpan rapi sesuai masa retensi,” jelasnya. Ia menambahkan, dokumen penting seperti pencalonan dan penetapan hasil pemilu juga diarsipkan dalam bentuk buku dan digital di Rumah Pintar Pemilu, agar dapat diakses publik sebagai bahan edukasi. Sementara itu, Rofingatun Khasanah, Ketua KPU Kabupaten Banyumas, menyoroti keterbatasan ruang penyimpanan arsip di kantornya. “Jumlah arsip semakin banyak, sementara ruang penyimpanan di kantor sudah tidak cukup. Kami memanfaatkan bangunan pinjam pakai di UPK Purwokerto Timur sebagai gudang arsip dan logistik,” ujarnya. Rofingatun menjelaskan bahwa KPU Banyumas juga telah melakukan alih media arsip digital, serta menyerahkan arsip permanen ke Dinas Arsip Daerah, KPU Provinsi, dan KPU RI sesuai jenjangnya. Ketua KPU Kabupaten Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi, menambahkan bahwa wilayahnya tidak mengalami kendala berarti dalam pendistribusian logistik. Ia juga menjelaskan bahwa KPU Rembang mulai menggunakan aplikasi SriKandi untuk digitalisasi arsip serta menambahkan watermark pada dokumen digital guna menjaga keamanan dan keaslian data. Menutup kegiatan, Basmar Perianto Amron kembali menegaskan pentingnya tindak lanjut dari hasil diskusi bersama. “Masih banyak permasalahan terkait penghapusan dan retensi arsip. Kegiatan seperti ini membantu kita mencari solusi bersama agar pengelolaan arsip semakin tertib,” tuturnya. KPU Kabupaten Karanganyar turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dan berkomitmen untuk menerapkan berbagai praktik baik yang dibagikan guna memperkuat sistem pengelolaan arsip dan logistik di daerah secara efisien, transparan, dan akuntabel. (RA)