Berita Terkini

Kpu Karanganyar terapkan prinsip akrual di tahun 2015

SRAGEN – Penyusunan Laporan Keuangan (LK) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tahun Anggaran 2015 akan disusun pada awal tahun depan. Namun guna melaksanakan implementasi akuntansi, KPU Karanganyar menerapkan prinsip akrual dalam menyusun laporan keuangan. Akrual merupakan salah satu basis akuntansi melalui prinsip akuntansi untuk menentukan saat pengakuan dan pelaporan suatu transaksi ekonomi dalam laporan keuangan. Basis akrual mencatat transaksi pada saat terjadinya pendapatan atau belanja walaupun kas belum diterima atau dikeluarkan. Agar operator sistem akuntansi lebih handal maka KPU Karanganyar menugaskan operatornya mengikuti sosialisasi Penyusunan Laporan Keuangan Kementrian Negara/Lembaga sesuai PER-42/PB/2014 di Aula kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN) Sragen, Selasa (22/09/2014). Acara yang dihadiri seluruh satker mitra kerja KPPN Sragen di wilayah Kabupaten Karanganyar dibuka secara resmi oleh kepala KPPN Sragen, Bimanyu Eka Yuda yang didampingi oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Leli Triana. Sosialisasi kali ini adalah salah satu dari berbagai upaya yang terus kami lakukan agar penyusunan LK berbasis akrual dapat maksimal serta operator sistem akuntansi instansi berbasis akrual (SAIBA) dapat lebih handal dan berkompeten ujar Bimanyu. Proses ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang menyatakan bahwa pendapatan dan belanja dalam APBN dicatat mengunakan basis akrual. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa basis akrual dapat memberikan informasi keuangan yang lebih lengkap daripada basis lainnya, terutama untuk informasi piutang dan utang pemerintah. Selain itu, laporan keuangan berbasis akrual juga menyediakan informasi mengenai kegiatan operasional pemerintah, evaluasi efisiensi dan efektivitas serta ketaatan terhadap peraturan. Selepas sambutan, acara dipandu oleh narasumber dari Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Sragen, Sunarwan, yang juga merupakan petugas front office rekonsiliasi. Dalam pemaparannya, Sunarwan menjelaskan tentang PER-42/PB/2014 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementrian Negara/Lembaga. Dalam perdirjen tersebut sudah terdapat lampiran berupa tata cara, sistematika serta contoh ilustrasi LK mulai dari tingkat unit akuntansi kuasa pengguna anggaran (UAKPA) sampai Unit akuntansi pengguna anggaran (UAPA), yang penting satker bisa menyesuaikan dengan karakteristik dan kebijakan akuntansi entitasnya ungkap Sunarwan. Materi sosialisai dilanjutkan dengan review aplikasi SAIBA oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Leli Triana. Leli mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk me-refresh kembali para operator terkait bagaimana seluk beluk dan cara menjalankan SAIBA meski sudah digunakan untuk rekonsiliasi bulanan. Operator harus paham betul perbedaan masing-masing output laporan di SAIBA, jadi tak hanya namun tahu dari mana asal nilai rupiah yang ada di reporting-nya tandasnya. Disisi lain, KPU Karanganyar telah menerapkan prinsip akrual pada LK Semester 1 Tahun 2015 sesuai PER-42/PB/2014. Selain penyusunan LK dengan SAIBA, KPU Karanganyar juga telah melakukan jurnal penyesuaian dan jurnal koreksi jika ada nilai pada neraca yang tidak sama dengan neraca Sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara (SIMAK-BMN) serta telah melakukan pencatatan akrual di SAIBA jelas Fika Rahmawaty, operator SAIBA KPU Karanganyar. Dengan mengikuti sosialisasi, kata Fika, banyak memperoleh ilmu baru yang sebelumnya tidak diketahui. Dalam penutupan sambutan, Bimanyu mengungkapkan bahwa pelaksanaan SAIBA tahun 2015 di KPPN Sragen termasuk yang terbaik.(fik).

Agustus, Serapan Anggaran KPU Karanganyar capai 74 %

SRAGEN-Hal ini disampaikan KPU Karanganyar dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sragen, selasa (15/9/2015). “Serapan anggaran KPU Karanganyar sudah mencapai 74%,” ujar Sumardi, Kepala subbagian Keuangan Umum dan Logistik KPU Kabupaten Karanganyar. Serapan anggaran tersebut mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kantor Wilayah Jawa Tengah.”Prosentase serapan KPU Karanganyar cukup tinggi dilingkup kerja KPPN Sragen”, terang Murni selaku perwakilkan Ditjen Perbendaharaan Jawa Tengah. Hal ini berbeda dengan serapan anggaran di Jawa Tengah yang masih rendah. Menurut Murni, Serapan anggaran per 7 September 2015 di Wilayah Jawa Tengah yang baru mencapai 36,39%. Dengan serapan yang cukup tinggi tersebut, Murni menyarankan agar belanja Pegawai diperhitungkan secara cermat agar sampai akhir tahun pagunya tidak minus. Menanggapi hal itu, KPU Karanganyar menyampaikan langkah-langkah terkait pelaksanaan dan percepatan penyerapan anggaran.” Kami telah mengusulkan kepada Sekretariat Jenderal KPU melalui KPU Propinsi Jawa Tengah tentang estimasi belanja Pegawai tahun anggaran 2015″, jelas Sumardi. Kegiatan FGD berlangsung di aula KPPN Sragen diikuti oleh 37 satuan kerja(satker) dilingkup kerja KPPN Sragen serta dihadiri oleh DitJen Perbendaharaan Kantor Wilayah Jawa Tengah. (Smd,inisial_1)

Sukseskan e-PUPNS, Sekretariat KPU Kabupaten Karanganyar melaksanakan verifikasi data PNS

KARANGANYAR-Hal ini sebagai tindaklanjut dari pelaksanaan pendataan ulang pegawai negeri sipil secara elektronik (e-PUPNS)tahun 2015 di lingkungan Sekretariat KPU. “kita akan segera membentuk verifikator untuk melakukan verifikasi terhadap berkas PNS di KPU Karanganyar” ujar Junaidi Purwanto, Sekretaris KPU Karanganyar. KPU Karanganyar menetapkan 2 (dua) personil menjadi verifikator menjadi verifikasi level 1. Tugas Verifikator ini, kata Junaidi, untuk pembuktian kebenaran atas data PNS. Mengingat pentingnya proses tersebut, ujar Junaidi, mohon pendataan dilakukan secara teliti. “Apabila ada PNS yang tidak melakukan pemutakhiran data maka Pegawai tersebut akan dikeluarkan dari database kepegawaian nasional”, terang Junaidi Purwanto dalam rapat staf, Rabu (9/09/2015). Petugas Verifikator Level 1 dari KPU Karanganyar adalah Sumardi, Selaku Kasubbag Keuangan Umum dan Logistik, serta Sri Untari, selalu staf pemroses mutasi pegawai. Pelaksanaan proses diatas berdasarkan surat Sekretaris Jendral KPU Republik Indonesia nomor 1204/SJ/IX/2015 tanggal 8 September 2015. (inisial 1)

Gelar Simulasi, KPU berharap ada perbaikan di Pilkada Serentak

WONOSOBO – KPU Provinsi Jawa Tengah bersama 16 KPU Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Tengah, tak terkecuali KPU Kabupaten Karanganyar, Minggu (6/9/2015), mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara terkait pelaksanaan Pemilu Kepada Daerah dan Wakil Kepala daerah Serentak pada 9 Desember mendatang. Simulasi yang bertempat di Desa Buntu Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo diprakarasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia. Dikutip dari kpu.go.id, tujuan dari simulasi untuk mempelajari proses penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Dengan simulasi ini diharapkan, KPU mendapatkan catatan-catatan untuk perbaikan pelaksanaan pemilihan nantinya. Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, mengungkapkan bahwa kegiatan simulasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi sangat penting di setiap pemilihan. Kegiatan simulasi menjadi penting, karena hasil di TPS nantilah awal mula penetapan dari siapa nantinya pemimpin yang akan terpilih, karenannya proses di TPS ini menjadi perhatian yang sangat penting bagi penyelenggara, karena kami menginginkan proses. yang ada di TPS lancar dan berinegritas tinggi,jelas Hadar. Catatan-catatan pelaksanaan dari simulasi, Lanjut Hadar, akan digunakan untuk perbaikan pelaksanaan pemilihan dan kemudian akan dituangkan ke petunjuk teknis (juknis) yang menjadi pedoman bagi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungtan Suara (KPPS). Ada hal baru dalam simulasi kali ini, yakni akan diuji cobanya penulisan hasil pemungutan menggunakan format tujuh elemen atau elemen dalam penulisan angka dari hasil penghitungan suara, dengan tujuan dalam pemungutan hasilnya bisa langsung di rekam melalui mesin scanner.terang Hadar . Pada Simulasi tersebut, turut hadir Komisioner KPU RI, Hadar Nafis Gumay, Ida Budhiati dan Komisioner KPU Provnsi Jawa Tengah serta Bupati Wonosobo Abdul Khaliq Arif. (inisial _1,diolah dari berbagai sumber)

Sekretaris Imbau Kasubbag untuk Rapat Internal

Karanganyar-Pentingnya pemerataan dan pembagian tugas kinerja setiap personil dalam organisasi menjadi sebuah kebutuhan. Untuk itu, Rabu (2/9/2015), Sekretaris KPU Kabupaten Karanganyar, Junaidi Purwanto, SH., MM., menggelar rapat koordinasi (rakoor) sekretariat KPU Karanganyar. Rakoor yang rutin dilaksanakan setiap bulan tersebut dilaksanakan di ruang kerja sekretariat KPU Karanganyar, Jalan Lawu Komplek Perkantoran Cangakan, diikuti oleh 4 Kepala Subbagian beserta para staf. Dalam arahannya, Junaidi mengajak seluruh pegawai dilingkungan KPU Kabupaten Karanganyar untuk menyatukan visi dalam rangka peningkatan kinerja pegawai sesuai dengan semangat reformasi birokrasi. Koordinasi dan kerjasama antar subbagian perlu ditingkatkan agar saling mendukung untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Setiap pegawai dituntut untuk selalu siap melaksanakan tugas apapun yang diberikan oleh atasan, papar mantan Sekretaris Inspektorat Kabupaten Karanganyar tersebut. Lebih lanjut Junaidi menyoroti perihal pentingnya pemerataan pembagian tugas kinerja untuk staf di setiap subbag. Setiap subbagian dihimbau melaksanakan rapat internal sebagai sarana evaluasi tugas pokok dan fungsi dengan stafnya. Dengan adanya rapat intern tiap subbag bisa membagi pekerjaan sesuai porsinya. Sehingga tidak ada ketimpangan beban kerja ujarnya. Adapun struktur organisasi Sekretariat KPU Kabupaten terdiri dari Subbagian Keuangan Umum dan Logistik (KUL), Subbagian Program dan Data, Subbagian Hukum serta Subbagian Teknis Pemilu dan Hubungan Partisipasi Masyarakat yang dipimpin oleh seorang Sekretaris. (Ag)

Si Kora dan Si Jalu Ikut Meriahkan Karnaval Pembangunan

KARANGANYAR Pada gelaran Karnaval Pembangunan Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/8), KPU Kabupaten Karanganyar menghadirkan 2 maskot kebanggaan yang dimiliki yakni SIKORA ( Si Kotak Suara), yang merupakan maskot pemilu 2014 dan SI JALU (Si Jalak Lawu) merupakan maskot Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Tahun 2013. Kehadiran kedua maskot tersebut menambah kemeriahan karnaval sekaligus sebagai upaya KPU Kabupaten Karanganyar memperkenalkan Pemilu kepada masyarakat luas. Dengan mengusung tema 70 Tahun Indonesia merdeka Ayo Kerja, Karnaval tersebut juga diikuti oleh lembaga pendidikan, kantor instansi dan peserta umum di wilayah Kabupaten Karanganyar. Sedangkan KPU Kabupaten Karanganyar, pada gelaran tersebut mengerahkan seluruh pegawai baik PNS maupun honorer. Karnaval yang digelar di sepanjang jalan Lawu tersebut, KPU Karanganyar mengangkat tema kebhinekaan Indonesia dengan menampilkan baju adat dari berbagai wilayah di Indonesia yang dipakai pegawai wanita. Sedangkan pegawai pria memakai baju surjan lurik yang merupakan desain dari sunan kalijaga, yang bermakna seorang laki-laki harus jantan, bertanggungjawab, dan siap menghadapi keadaan. Makna inilah yang digabungkan dengan keanekaragaman dan sikap siap siaga dalam melaksanakan pemilu yang handal dan kredibel.(WL)