Berita Terkini

Persiapkan Implementasi SAKTI Tahun 2022, KPU Karanganyar ikuti sosialisasi KPPN

SRAGEN – KPU Karanganyar mengikuti kegiatan sosialisasi Aplikasi Sistem Akuntansi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) Full Module Tahun 2021 dan Tata Cara Pengisian Pencapaian Output Tahun 2021, yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sragen, Senin (29/3/2021). Kegiatan yang digelar di aula KPPN Sragen Jl. Sukowati No. 15 C Sragen, untuk hari pertama diikuti oleh operator Aplikasi SAKTI dari 18 Satker di wilayah Kabupaten Karanganyar. Dalam kesempatan tersebut KPU Karanganyar menugaskan Tanti, selaku Operator Aplikasi SAKTI. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB, dibuka oleh Kepala KPPN Sragen, Guruh Utomo. Dalam sambutannya, Guruh menyampaikan bahwa Aplikasi SAKTI ditargetkan akan mulai berlaku pada Tahun 2022. “Sebagai persiapan Tahun 2022, KPPN Sragen merencanakan akan melaksanakan pelatihan lebih lanjut ke satker-sakter pada bulan Juni 2021”, jelasnya. Kegiatan tersebut menghadirkan dua orang narasumber dari KPPN Sragen, yaitu Herwan Agus Jatmiko dan Arka Wiryawan. Pada Sesi pertama, Herwan Agus Jatmiko menyampaikan materi tentang tata cara pengisian pencapaian output. “Capaian output merupakan salah satu ukuran untuk menilai bagaimana setiap anggaran yang dikelola itu dipertanggungjawabkan sebagai data dan informasi yang reliable untuk mengukur perkembangan output belanja yang dikelola Satker, sehingga dapat diketahui sejauh mana program dan kegiatan pemerintah telah mencapai sasaran yang telah ditetapkan”, jelas Herwan. Pada kesempatan itu, Herwan juga menegaskan bahwa penyampaian output bulan Januari dan Februari paling lambat tanggal 31 Maret 2021. Selanjutnya pada Sesi kedua, Arka Wirawan menyampaikan materi terkait Overview Aplikasi SAKTI. Menurut Arka, SAKTI merupakan aplikasi yang dibangun guna mendukung perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara pada tingkat Kementerian dan Lembaga. Aplikasi SAKTI terdiri dari modul anggaran, komitmen, pembayaran, bendahara, persediaan, aset tetap, General Ledger pelaporan dan Administrasi. “Desain pengembangan Aplikasi SAKTI merupakan kelanjutan dari aplikasi-aplikasi eksisting yang telah digunakan dalam pengelolaan keuangan negara sehingga ada beberapa modul dalam Aplikasi SAKTI yang membutuhkan inputan data migrasi ataupun konversi agar transaksi yang sudah ada tidak perlu diinputkan secara manual kembali dalam Aplikasi”, jelas Arka. Dalam kesempatan tersebut Arka juga menyampaikan bahwa setiap satker agar segera menyiapkan SDM paling sedikit 3 (tiga) orang operator user pengguna SAKTI. Saat ini, KPU Karanganyar dalam melaksanakan mekanisme simplifikasi proses pelaporan dan konfirmasi data capaian output belanja K/L dengan menggunakan aplikasi OMSPAN sudah sesuai. Selain itu KPU Karanganyar juga telah menggunakan Modul Anggaran guna penyusunan anggaran, pelaksanaan anggaran dan locking pagu pada proses revisi anggaran. (tnt)

SIDATAN MAKIN POPULER, 2 KPU STUDI BANDING KE KPU KARANGANYAR

KARANGANYAR – SIDATAN, Sistem Informasi Data Pemilih berkelanjutan, yang merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh KPU Karanganyar makin populer. Terbukti setelah sebelumnya KPU Sragen dan KPU Wonogiri melakukan studi banding, kini giliran KPU Rembang dan KPU Kebumen yang merapat ke kantor KPU Karanganyar, Rabu (24 Maret 2021). KPU Rembang mendatangi kantor KPU Karanganyar pukul 13.00 WIB kemudian disusul KPU Kebumen yang datang beberapa saat setelahnya. Rombongan KPU Rembang dipimpin oleh M. Ika Iqbal Fahmi selaku Ketua KPU Rembang, Maskutin selaku Anggota KPU Rembang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi beserta staf sejumlah 2 orang. Sementara itu rombongan KPU Kebumen dipimpin oleh Dzakiatul Banat selaku Anggota KPU Kebumen Divisi Perencanaan, Data dan Informasi beserta staf sejumlah 3 orang. Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari didampingi komisioner dan sekretariat menyambut kedatangan KPU Rembang dan KPU Kebumen. Trias, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang atas kehadirannya di kantor KPU Karanganyar. “Terhitung sejak 21 September 2020, KPU Karanganyar secara resmi menempati kantor ini, setelah sebelumnya berkantor di Jl. Lawu, Cangakan, Karanganyar ”, kata Trias. Ketua KPU Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi menyampaikan maksud dan tujuan melakukan studi banding ke KPU Karanganyar yaitu ingin mengetahui proses Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) utamanya berkaitan dengan cara kerja aplikasi SIDATAN sebagai media untuk tanggapan dan masukan masyarakat secara online. Hal serupa disampaikan Dzakiatul Banat, Anggota KPU Kebumen. “Kami ingin mengetahui lebih dalam aplikasi yang cukup viral di lingkungan KPU Provinsi Jawa Tengah”, ungkap Dzakiatul. Trias kemudian memaparkan materi terkait proses Pemutakhiran DPB dan menjelaskan bagaimana penggunaan aplikasi SIDATAN. “Kita ingin mengembangkan aplikasi yang menjawab persoalan pemutakhiran DPB. Masyarakat, khususnya Karanganyar dapat mengecek apakah sudah terdaftar atau belum sebagai pemilih. Dan bagi warga yang belum terdaftar sebagai pemilih, dapat mengisi formulir sesuai yang tertera di aplikasi tersebut”, jelas Trias. (HF)

KPU Karangayar Gelar Apel Pagi Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

KARANGANYAR – Dalam rangka menyukseskan dan memberikan pemahaman bagi seluruh pegawai di lingkungan KPU Karanganyar terhadap Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19, KPU Karanganyar gelar Apel Pagi dilanjutkan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19, Rabu (24/03/2021). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai yang ada baik Komisioner, Pejabat Struktural dan seluruh staff di lingkungan KPU Kabupaten Karanganyar. Apel pagi juga dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar sebagai pemberi materi sosialisasi. Ketua KPU Kab Karanganyar Triastuti Suryandari dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait Program Vaksinasi Covid-19, dalam rangka mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 dan melindungi masyarakat dari Covid-19. Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Mujiran, SKM bahwa pemberian vaksinasi saat ini prioritas sasaran pertama kepada tenaga kesehatan, pelayan masyarakat seperti PNS, TNI dan Polri, masyarakat rentan yang tinggal diwilayah beresiko tinggi dan rentan secara sosial maupun ekonomi yang berusia 18 tahun keatas serta kelompok lanjut usia 60 tahun keatas yang rentan akan tertular virus Covid-19. Dijelaskan secara detail bahwa Vaksin adalan Produk biologi berisi antigen yang akan menimbulkan kekebalan spesifik agar seseorang terhindar dari penularan ataupun kemungkinan sakit berat. Vaksinasi adalah proses dalam tubuh dimana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit, apabila suatu saat terpapar maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Tujuan Vaksinasi Covid-19 yaitu : Mengurangi penularan/ transmisi Covid-19, Menurunkan angka kesakitan dan kematian, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity), Melindungi dan memperkuat system kesehatan secara menyeluruh, dan Melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara social dan ekonomi. Pelayanan Vaksinasi Covid-19 bisa dilaksanakan di Fasilitas pelayanan kesehatan seperti Rumah sakit, Puskesmas, Klinik, Pos pelayanan vaksinasi yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan. Dan yang terpenting Vaksin Covid-19 itu Aman dan Halal menurut BPOM dan MUI. Di Kabupaten Karanganyar sendiri sumber daya tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan sudah siap sepenuhnya, akan tetapi proses vaksinasi memang bertahap menunggu ketersediaan vaksin dari pusat mengingat proses vaksinasi ini dilaksanakan di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia saja. Di penghujung acara, Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Mujiran berharap seluruh jajaran KPU Karanganyar berperan aktif untuk menginformasikan dan membantu memberikan edukasi yang efektif agar masyarakat dapat mengetahui, memahami dan mau menerima bahwa vaksinasi ini langkah pamungkas untuk mencegah penularan Covid-19. Mari kita sukseskan pelaksanaan vaksinasi ini, jangan takut untuk divaksinasi, jangan percaya berita hoax tentang vaksinasi dan tetap patuh pada protokol kesehatan. (AHA)

BELAJAR DAN MENGASAH KEMAMPUAN JURNALISTIK MELALUI ONLINE WORKSHOP JURNALISTICPEDIA

KARANGANYAR – Dalam rangka meningkatkan kapasitas di bidang Jurnalistik, KPU Karanganyar mengikuti kegiatan Rabu Ingin Tahu (RIT) dengan tema online workshop Jurnalisticpedia yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Rabu (24/3/2021). Rapat yang diselenggarakan melalui zoom meeting tersebut dikuti oleh 35 KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah dengan mengundang Divisi SDM, Sosdiklih dan Parmas serta Kasubbag Teknis dan Hupmas dari 35 Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Yulianto Sudrajat. Dalam sambutannya, Yulianto menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini sebagai sarana edukasi bagi jajaran KPU Kabupaten/Kota khususnya dibidang jurnalistik. Yulianto menyampaikan pentingnya menyusun strategi di era digitalisasi sebagai upaya menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap kondisi pandemi yang belum berakhir, terlebih lagi media sosial sebagai sarana informasi kepemiluan bagi penyelenggara harus terus dikembangkan. “Harapannya Jurnalisticpedia dapat diserap oleh peserta agar semakin terasah kemampuannya sesuai tagline #KPUMelayani, yaitu melayani informasi kepada masyarakat terkait pemilu dan pemilihan”, jelas Yulianto. Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah divisi Sosdiklih dan Parmas, Diana Ariyanti berkesempatan memberikan arahan kepada peserta menyampaikan bahwa media sosial sebagai sarana untuk menjadikan pemilih cerdas dan pintar, oleh karena itu kepiawaian mengemas informasi di media sosial dengan bahasa yang mudah diterima oleh publik sangat penting. “Partisipasi pada Pilkada 2020 di Jawa Tengah, dari 18 Kabupaten/Kota telah melebihi target partisipasi nasional, ini juga menjadi tanda kematangan berdemokrasi bagi pemilih”, tambah Diana. Dalam acara tersebut, KPU Provinsi Jawa Tengah menghadirkan Narasumber Zaki Amrullah selaku Managing Editor Kompas TV Digital dan dimoderatori oleh Dewantoputra Adipermana Kabag HTH KPU Provinsi Jawa Tengah. Dalam pemaparannya Zaki menyampaikan bahwa Humas KPU harus paham tugas dan fungsinya dalam berkomunikasi publik, menjalin relasi yang baik dengan media, memahami kerja media dan digital yaitu harus beradaptasi terhadap pola Konsumsi audiens terhadap informasi, dan memastikan kegiatan KPU masuk Orbit Digital produksi, publikasi, serta dapat memberikan informasi yang terupdate serta harus mampu memahami acuan topik berita. “Sesukses apapun Pemilu kalau partisipasi rendah, akan dianggap kurang berhasil”, jelas Zaki. (HRN)

KPU KARANGANYAR IKUTI SEMINAR NASIONAL “FENOMENA PILKADA SERENTAK LANJUTAN 2020 DAN RESOLUSI PENYELENGGARA MENUJU PEMILIHAN SERENTAK 2024″

SEMARANG – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, KPU Karanganyar mengikuti Seminar Nasional dengan tema “Fenomena Pilkada Serentak Lanjutan 2020 dan Resolusi Penyelenggara Menuju Pemilihan Serentak 2024” yang diselenggarakan oleh KPU Kota Semarang, Selasa (23/3/2021). Kegiatan ini diikuti oleh 35 KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah melalui luring dan daring. Ketua KPU Karanganyar Triastuti Suryandari turut hadir dalam acara tersebut. Seminar yang dipandu oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, menghadirkan narasumber dari para tokoh begawan demokrasi nasional. Nama-nama seperti I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (Anggota KPU RI), Abhan (Ketua Bawaslu RI) dan Ida Budhiati (Anggota DKPP RI) menjadi narasumber yang masing-masing memberikan pemaparan yang dirangkum dan dianalisa dari sudut pandang lembaga penyelenggara pemilu yang mereka pimpin. Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Sudrajad dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. Yulianto menyebut perlunya pertemuan tripartit (KPU, Bawaslu dan DKPP) seperti ini, sehingga terwujud pemahaman bersama dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang akan datang menjadi lebih baik lagi. Dalam pemaparannya, Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyebut tentang fenomena Pilkada Serentak Lanjutan 2020 meliputi adaptasi di era tatanan baru (new normal) dengan penerapan protokol kesehatan setiap hari, pelibatan lebih banyak stake holder (BNPB, BPBD dan instansi/lembaga terkait lainnya), penggunaan media social yang mengalami peningkatan serta penggunaan aplikasi-aplikasi (Sidalih, Silon, Sidakam dan Sirekap) dalam mendukung pelaksanaan tahapan. “Resolusi ke depan yaitu penyesuaian regulasi dalam mewujudkan kepastian hukum dalam mendukung pelaksanaan tahapan, peningkatan kualitas SDM khususnya penyelenggara adhoc, rencana pembentukan desa peduli Pemilu/Pemilihan dengan langkah awal mewujudkan desa melek politik”, jelas I Dewa Kade. Ketua Bawaslu RI, Abhan menyampaikan bahwa pengawasan yang telah dilaksanakan dalam Pemilihan Serentak 2020 dengan melakukan penyesuaian strategi pengawasan melalui peningkatan mutu regulasi, peningkatan kapasitas dan integritas pengawas dan penyesuaian metode pengawasan dengan mengembangkan sistem pengawasan : Siwaslu, Gowaslu, SIPP. Disampaikan juga mengenai rekomendasi persiapan pelaksanaan Pemilu/Pemilihan Serentak meliputi sinkronisasi Peraturan KPU dan Peraturan Bawaslu, kesiapan dan peningkatan SDM pengawas, ketersediaan perangkat dan infrastruktur, dukungan Sekretariat serta komunikasi intensif antara penyelenggara Pemilu dengan stakeholder. Selanjutnya Ida Budhiati menyampaikan tentang refleksi pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan yaitu perlunya membangun sistem integritas Pemilu dengan mewujudkan integritas mulai dari proses sampai dengan hasil, dan semua ini diawali dari Penyelenggara Pemilu-nya. Selain itu, Ida Budhiati juga menyebut masalah profesionalisme penyelenggara menjadi tantangan bagi penyelenggaraan Pemilu 2024. Dengan adanya Seminar Nasional ini, diharapkan Penyelenggara Pemilu khususnya di Jawa Tengah dapat mengevaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan sebelumnya untuk mempersiapkan diri dalam pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. (Trias)

“JADI TAHU”, Jagongan Demokrasi dan Tahapan Pemilu. Perdana Mengudara Kupas Data Pemilih dan Vaksinasi Covid 19

KARANGANYAR – Program JADI TAHU, jagongan Demokrasi dan Tahapan Pemilu perdana mengudara di 96,3 FM Swiba Radio Karanganyar pada Selasa (23/03/2021) jam 10.00 WIB. Talkshow yang merupakan rangkaian program penyiaran sosialisasi hasil Kerjasama KPU Karanganyar dengan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Publik Kabupaten Karanganyar Swiba FM. Untuk kali pertama mengambil tema Data Pemilih dan Vaksinasi Covid 19 dan sebagai narasumber tematik KPU dan Radio Swiba mengandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. JADI TAHU berjalan asyik dan interaktif dipandu oleh mbak Mamik dan Bang BB dari Swiba FM. Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari selaku narasumber KPU menyampaikan bahwa KPU RI telah melakukan MOU dengan Kementerian Kesehatan RI mengenai pemanfaatan data pemilih untuk pendataan sasaran pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Covid-19. “Menurut pandangan Kementerian Kesehatan data Pemilih dari KPU dinilai paling update, karena KPU baru saja melaksanakan pemilihan serentak Tahun 2020 sehingga data yang ada masih aktual dengan kondisi masyarakat di daerah”, Jelas Trias. Menurut Trias Data pemilih KPU adalah data yang akurat dan komprehensif berdasarkan fakta yang ada di lapangan. “Proses penyusunan daftar pemilih dengan metode pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan KPU secara tatap muka mampu menghasilkan data yang valid dan akurat. Selain itu, saat ini KPU secara rutin melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sehingga kualitas data pemilih selalu terjaga dengan baik, faktual dan valid”, tambah Trias. Terkait masalah Vaksinasi, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Nuk Suwarni, SKM menjelaskan bahwa vaksinasi adalah cara aman tubuh untuk kenal, lawan, dan kebal dari penyebab penyakit, seperti virus atau bakteri. Proses pengembangan vaksin COVID-19 diawasi dengan ketat melalui tahapan uji praklinis dan klinis secara lengkap agar vaksin COVID-19 yang dihasilkan aman dan efektif. “Vaksinasi juga tak hanya lindungi diri sendiri, orang yang belum bisa divaksinasi, seperti bayi, anak-anak, lansia, atau orang dengan penyakit tertentu dapat terlindungi jika mayoritas masyarakat sudah divaksinasi”, papar Nuk Suwarni. Pemanfaatan data pemilih oleh Kementerian Kesehatan memiliki korelasi dengan sasaran program vaksinasi Covid-19 yaitu masyarakat umum yang berusia 18-59 tahun. “Sasaran vaksinasi diberikan pada kelompok umur diatas 18 tahun, hampir sama dengan data pemilih KPU” kata Nuk Suwarni. “Mulai tahun 2021, program vaksinasi covid 19 dimulai dari tenaga kesehatan. Vaksinasi Covid-19 ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya pemerintah untuk bisa menekan kasus Covid-19 sampai posisi paling rendah”, tambahnya. Di akhir acara, Nuk Suwarni mengapresiasi acara Jagongan Demokrasi dan Tahapan Pemilu yang digagas oleh KPU Karanganyar bekerja sama dengan Radio Swiba Karanganyar, sebagai salah satu bentuk pelayanan KPU kepada masyarakat, khususnya terkait dukungan KPU dalam mensukseskan program vaksinasi Covid-19. Jadi Tahu sendiri akan rutin mengudara setiap bulannya dengan tema-tema aktual terkait demokrasi, tahapan pemilu serta edukasi lain untuk masyarakat. (TR)