Berita Terkini

HSP 2021 KPU Gelar Webinar Kepemudaan dan Apresiasi Milkoi

KARANGANYAR – Dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun 2021, KPU Karanganyar menggelar kegiatan Webinar Kepemudaan dan Apresiasi Milkoi, Rabu (27/10/2021). Webinar mengangkat tema Momentum Siapkan Sumber Daya Manusia Tangguh, menghadirkan 2 (dua) narasumber Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Supriyatno, S.Pd., MA dan Komisioner KPU RI, Arief Budiman, S.S., S.IP., M.BA. Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari menyampaikan bahwa kegiatan Webinar ini untuk menumbuhkan kesadaran pemilih dan meningkatkan partisipasi pemilih serta pemahaman masyarakat tentang Pemilu dan Pemilihan. “Webinar dan Apresiasi Milkoi (Milih Ketua OSIS-red) merupakan bentuk pendidikan pemilih, khususnya pelajar SMA/SMK/MA di Kabupaten Karanganyar. KPU memberikan apresiasi dalam penyelenggaraan Milkoi 2021,” ujar Triastuti. Apresiasi Milkoi 2021, lanjut Trias sebagai runtutan acara yang disiapkan KPU Karanganyar dalam Milkoi serentak Se-Kabupaten Karanganyar, 29 September kemarin.  “KPU menyiapkan kegiatan penyerta Milkoi 2021 berupa Lomba Pelaporan Penyelenggaraan, Lomba Video Sosialisasi dan Lomba Kampanye. Peserta Lomba adalah pelajar SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Karanganyar. Kami sampaikan terima kasih atas terselenggaranya Milkoi 2021,” katanya. Supriyatno, Plt. Kapus Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud RI, menyampaikan materi merdeka belajar dalam menyiapkan SDM tangguh menuju satu abad Indonesia.  “Merdeka dalam belajar adalah memberikan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia dengan meningkatkan sekolah Indonesia angka partisipan tinggi, mendorong belajar siswa agar hasilnya berkualiatas, tidak ada anak yang tertinggal distribusi merata. Terciptanya pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif , mandiri beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Supriyatno. Arief Budiman, Komisioner KPU RI, memberikan paparan terkait peran Pemuda menuju Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. Sumpah pemuda, sebut Arief, sebagai ikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa merupakan ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan bangsa Indonesia. “Makna-makna ini harus terus kita berikan kepada generasi muda bangsa Indonesia, pemuda pendobrak bagi setiap zaman. Makna makna yang baik akan kita ambil dan diteruskan sesuai dengan tantangan zaman yang ada,” ucap Arief Budiman. Arief menilai bahwa generasi muda harus dipersiapkan mulai dari sekarang, khususnya siswa-siswi sekolah SMA, SMK, MA se Kabupaten Karanganyar dapat menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan datang.  “Peran pemuda dalam Pemilu dan Pemilihan adalah ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan. Pemuda Karanganyar harus kompetetif dan memiliki semangat dalam bersaing, kuatkan kembali budaya saling apresiasi dan menghargai atas karya, isi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat, berkontribusi pada bangsa dan negara sesuai dengan kemampuan minat dan bakat,” pesan Arief. Webinar diikuti oleh civitas sekolah SMA/SMK/MA Se Kabupaten Karanganyar dan KPU Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jawa Tengah. (HNR)  

Pendidikan Pemilih KPU Karanganyar Sasar Pelajar SMK

KARANGANYAR- KPU Kabupaten Karanganyar melakukan pendidikan pemilih dengan sasaran pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pendidikan pemilih kepada siswa-siswi dilakukan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Majelis Perwakilan Kelas SMK Negeri 1 Karanganyar, Senin (25/10/2021). Devid Wahyuningtyas, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Karanganyar, menyampaikan pentingnya melek politik dan demokrasi bagi remaja. “Remaja sebagai pemilih pemula mempunyai potensi yang besar. Berdasarkan data BPS hasil sensus penduduk 2020, pemuda yang dikategorikan dalam Generasi Z sebesar 27,94 persen dari 270,20 Juta jiwa”, terang Devid. Devid Wahyuningtyas menyebut pelajar sebagai generasi milenial yang akan menjadi penerus pemimpin bangsa. Dikatakan Devid, Pemilih Pemula adalah orang yang baru pertama kali mengunakan hak pilihnya dalam pemilihan. Sedangkan pemilih muda adalah orang yang berusia 17 sampai dengan usia 30 tahun. “Peran serta masyarakat diwujudkan dengan terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan, mengawasi setiap tahapannya, serta membantu sosialisasi, pendidikan politik, juga memantau Pemilu,” katanya. Devid berharap kedepan agar siswa-siswi SMKN 1 Karanganyar agar terus belajar dan memahami pentingnya berpolitik dan berdemokrasi.  Mega Adila, salah satu siswa peserta MPK SMK N 1 Karanganyar, menyampaikan harapannya kepada KPU Karanganyar agar membuat program-program pendidikan pemilih yang keren dan kekinian, sehingga lebih menarik.  "Pandangan kalau politik itu kotor, harus diganti dengan politik itu asyik dan juga untuk kebaikan masyarakat," ujar Mega. (HNR)  

KPU Karanganyar ikuti Sharing of Experience Sirekap

KARANGANYAR – KPU Karanganyar mengikuti Sharing of Experience Sirekap sebagai Sistem Informasi Rekapitulasi yang digunakan Pada Pemilihan Tahun 2020 yang diselenggarakan KPU RI secara daring, Jum’at (01/10/2021). Sharing penggunaan Aplikasi Sirekap diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU, Sekretaris, Kapala Subbagian Teknis dan Hubungan Masyarakat dan Staf Subbagian Teknis dan Hubungan Masyarakat KPU Karanganyar. Dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020, Sirekap KPU mempunyai 2 (dua) fungsi, pertama, digunakan sebagai alat bantu dalam proses rekapitulasi hasil perolehan suara secara berjenjang. Kedua, digunakan sebagai sarana publikasi data hasil penghitungan suara dari seluruh TPS dan dari setiap jenjang. Evi Novita Ginting, Anggota KPU RI, memantau langsung kegiatan Sharing of Experience Sirekap penggunaan Sirekap Pada Pemilihan Tahun 2020 melalui zoom meeting. Dalam kesempatan ini, KPU memberikan kesempatan kepada KPU Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, KPU Majene Provinsi Sulawesi Barat dan KPU Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatra Barat untuk menyampaikan pengalaman penggunaan Sirekap. Pengalaman penggunaan Sirekap sebagai gambaran umum yang dialami KPU Kabupaten/Kota penyelenggara Pemilihan 2020.  Iswanto, Ketua Divisi Teknis Penyelengaraan KPU Kepulauan Mentawai menyampaikan beberapa kendala teknis Sirekap yang dialami. “Kendalanya berupa KPPS gagal melakukan aktivasi, Sarana dan Prasarana berupa Handphone tidak standar,” katanya. Melgi, Setjen KPU RI selaku moderator acara, mencatat upaya yang dilakukan KPU dalam membangun strategi Sirekap secara berjenjang, untuk membantu penyelesaian 100% upload Sirekap. Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari, menyambut baik kegiatan sharing pengalaman penggunaan Sirekap. “Untuk Tahun 2020, Karanganyar tidak menyelenggarakan Pemilihan sehingga belum tahu sistem Aplikasi Sirekap. Dengan demikian KPU Karanganyar bisa berkaca dan belajar pengalaman dari penyelenggaraan Pemilihan 2020 KPU Kabupaten lain. Hal ini bisa menjadi salah satu referensi untuk persiapan kedepan,” ucapnya.  (red) Komisioner KPU Karanganyar bersama Sekretaris, Kasubbag Tekmas dan Staf Tekmas mengikuti acara di studio KPU Karanganyar, Jumat (01/10/2021) Sharing Sirekap 2020 diikuti KPU Kabupaten/Kota Se Indonesia

KPU Karanganyar Adakan Rakor Luring PDPB Triwulan III

KARANGANYAR – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karanganyar kembali menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2021 secara luring (luar jaringan) yang sebelumnya dilakukan secara daring (dalam jaringan). Rakor yang diadakan di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar ini melibatkan stakeholder/instansi terkait antara lain Disdukcapil Karanganyar, Polres Karanganyar, Kodim 0727 Karanganyar, Pengadilan Negeri Karanganyar, Kementerian Agama, Lanud Adi Soemarmo, Bawaslu Karanganyar serta Pimpinan Partai politik tingkat Kabupaten Karanganyar, (Rabu, 29 September 2021). Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari dalam sambutannya mengatakan bahwa KPU secara rutin berkoordinasi dengan bersurat kepada Disdukcapil Karanganyar, Polres Karanganyar, Kodim 0727 Karanganyar, Pengadilan Negeri Karanganyar, Kemenag Karanganyar, dan Lanud Adi Soemarmo. "Selain mendapatkan sumber data dengan instansi di atas, KPU Karanganyar juga menggunakan aplikasi Sidatan untuk menampung masukan/tanggapan masyarakat secara daring. Utamanya lebih menyasar ke SMA/SMK/MA se-Kabupaten Karanganyar yaitu siswa-siswi berKTP Karanganyar yang telah berusia 17 tahun atau lebih, kemudian akan dikonfirmasikan dengan Disdukcapil sebelum dilakukan olah data," terang Trias.  Anggota KPU Karanganyar Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Kustiyono kemudian menjelaskan alur olah data PDPB. Dalam olah data DPB bulan September 2021, KPU akan menetapkan sejumlah 680.320 pemilih dengan rincian laki-laki sebanyak 335.963 dan perempuan sebanyak 344.357. Hasil olah data tersebut kemudian akan ditetapkan dalam Rapat Pleno DPB secara internal. Hasil Rapat Pleno kemudian diumumkan pada papan pengumuman dan Laman Resmi KPU Karanganyar. Gunawan selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Karanganyar, mengatakan bahwa selama ini KPU Karanganyar dan Disdukcapil Karanganyar sudah berkoordinasi dengan baik dalam hal pemberian update data kependudukan. Sementara itu, Bawaslu Karanganyar, yang diwakili oleh Sri Handoko Budi Nugroho memberikan apresiasi bahwa KPU Karanganyar telah melaksanakan koordinasi terkait DPB dengan baik. Handoko juga memberikan saran agar KPU Karanganyar dapat berkoordinasi dengan Disdukcapil terkait data penduduk Kabupaten Karanganyar yang berstatus sebagai TNI/Polri. Ketua dan Anggota KPU Karanganyar kemudian menandatangani Berita Acara Rapat Koordinasi PDPB Triwulan III Tahun 2021 disaksikan oleh Pimpinan Parpol Tingkat Kabupaten Karanganyar dan stakeholder/instansi terkait. (HF) Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari menandatangani Berita Acara Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III, Rabu (29/09/2021)

KPU Monitoring Milkoi 2021

KARANGANYAR – KPU Karanganyar melaksanakan monitoring Milkoi (Pemilihan Ketua OSIS) SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Karanganyar yang dilaksanakan serentak, Rabu (29/09/2021). Monitoring atau pemantauan Milkoi 2021 dilakukan oleh Devid Wahyuningtyas, Anggota KPU Karanganyar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia ke beberapa sekolah. Devid Wahyuningtyas menyampaikan bahwa monitoring untuk memberikan dukungan dan semangat kepada panitia pelaksana dalam menyelenggarakan Milkoi serentak dimasing-masing sekolah.  “KPU ingin melihat proses yang dilakukan panitia. Ini seperti miniatur penyelenggaraan Pemilu ataupun Pemilihan. Semangat teman-teman panitia sangat bagus,” ujarnya. Bayu Dewanto, Kesiswaan SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, menilai bahwa Milkoi sangat membantu anak-anak siswa untuk belajar mengenai hak pilih dalam Pemilihan. “Diharapkan anak-anak untuk aktif berorganisasi IPM seperti halnya OSIS. Dan bisa dilanjutkan selepas lulus dari sekolah, Bayu menilai pelaksanaan Milkoi 2021 di Sekolah melalui online (daring-red) berjalan baik. “Proses pemungutan dilakukan mulai pukul 09.00 sampai dengan 13.00. Alhamdulillah berjalan lancar,” pungkasnya. (red) Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Karanganyar, Devid Wahyuningtyas melakukan monitoring Milkoi ke SMK Kanisius Barata Karanganyar, Rabu (29/09/2021) Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Karanganyar, Devid Wahyuningtyas melakukan monitoring Milkoi ke SMA Negeri 2 Karanganyar, Rabu (29/09/2021)

Sosialisasi SIDATAN, KPU Sasar Pemilih Pemula

KARANGANYAR – KPU Karanganyar menyelenggarakan sosialisasi Sistem Informasi Data Pemilih Berkelanjutan (SIDATAN) kepada pemilih pemula guna menyongsong pemilihan umum 2024. Hal ini disampaikan Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari dalam membuka kegiatan sosialisasi kepada Pembina OSIS, Pengurus OSIS dan Duta SIDATAN SMA/SMK/MA se Kabupaten Karanganyar, Kamis (21/09/2021). KPU, terang Trias, melaksanakan pendidikan pemilih dengan salah satu sasaran yaitu pemilih pemula khususnya dilingkungan Sekolah SMA/SMA/MA. “Tujuan untuk membangun pengetahuan pemilih, menumbuhkan kesadaran pemilih dan meningkatkan partisipasi pemilih. Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan masyarakat tentang Pemilu maupun Pemilihan,” Ujarnya.  Pengukuhan Duta Sidatan merupakan bentuk pendidikan Pemilih yang dilakukan KPU Karanganyar kepada siswa SMA/SMK/MA sederajat sebagai calon pemilih. Duta Sidatan dapat berperan sebagai “influencer” yang mampu mengajak teman-temannya di sekolah. “Duta Sidatan di masing-masing sekolah bisa menyampaikan pentingnya terdaftar sebagai pemilih dalam Pemilu. Serta memberi tutorial pengisian aplikasi Sidatan kepada rekannya yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih (sudah berusia 17 tahun). Diharapkan siswa dapat berpartisipasi aktif mendaftarkan dirinya menjadi Pemilih melalui aplikasi Sidatan yang telah dikembangkan oleh KPU Karanganyar,” kata Trias. Sosialisasi Sidatan sebagai upaya KPU dalam mendukung pelaksanaan pendidikan pemilih khususnya pemilih pemula menjadi pemilih yang partisipatif. Kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (MILKOI) Serentak 2021 sehingga memacu semangat sekolah-sekolah dalam melaksanakan tahapan demi tahapan yang pada akhirnya tujuan dari pendidikan pemilih pemula dapat terwujud. Anggota KPU Karanganyar Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Kustiyono, menyampaikan materi terkait Sosialisasi Sidatan yang bertujuan memperbaharui daftar pemilih guna mempermudah proses pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih pada pemilu/pemilihan selanjutnya.  Dalam paparannya, Kustiyono mengatakan bahwa aplikasi Sidatan adalah Aplikasi berbasis website yang dikembangkan oleh KPU Karanganyar sebagai salah satu ikhtiar untuk memutakhirkan Daftar Pemilih yang menjadi Tugas dan Tanggung Jawab KPU sesuai UU No 7 Tahun 2017. Sedangkan fungsi Aplikasi SIDATAN adalah untuk memfasilitasi Pemilih / Calon Pemilih yang belum terdaftar yang ada di Kabupaten Karanganyar, selain itu dapat pula digunakan oleh Pemilih  untuk memperbaiki Data Pemilih,”jelas Kustiyono. Dengan adanya sosialisasi ini, tambah Kustiyono, diharapkan dapat diimplementasikan guna mendukung terlaksananya pendataan pemilih yang baik sehingga terwujud data pemilih yang akurat dan valid. (TR)