Berita Terkini

KPU Karanganyar ikuti NGOPI ASLI Bahas First Touch - Sentuhan Awal Menggapai Tujuan

KARANGANYAR- Seluruh jajaran KPU Kabupaten Karanganyar mengikuti kegiatan kajian arsip melalui Ngobrol Pintar Arsip dan Logistik (NGOPI ASLI) “First Touch: Sentuhan Awal Menggapai Tujuan” yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Selasa (13/01/2026). Kegiatan ini merupakan upaya penguatan sinkronisasi program dan kesiapan tahapan penyelenggaraan pemilu ke depan.

Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono menekankan pentingnya perencanaan yang matang, terukur, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.  Handi  menyampaikan bahwa perencanaan merupakan fondasi utama dalam menjamin seluruh tahapan pemilu dapat berjalan tepat waktu, transparan, dan akuntabel. “Perencanaan bukan sekadar menyusun program, tetapi memastikan seluruh tahapan dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, serta selaras antara KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota,” ujarnya

Ngopi ini menyoroti evaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya, kesiapan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kerja-kerja kepemiluan. KPU Jateng mendorong seluruh jajaran di daerah untuk aktif berinovasi, namun tetap berpegang pada prinsip profesionalitas dan integritas penyelenggara pemilu.

Lebih lanjut, Handi menegaskan bahwa PKPU Nomor 5 Tahun 2025 tentang Renstra KPU 2025-2029 harus menjadi kompas utama dalam menyusun perencanaan kerja tahun 2026 secara sistematis di seluruh satker, mengingat perencanaan merupakan "setengah dari proses pekerjaan". Setiap divisi diharapkan untuk melakukan elaborasi dan membedah program prioritas sebagai bentuk implementasi reformasi birokrasi dan politik sesuai visi Asta Cita, serta mengingatkan agar pelaksanaan tugas tidak terbatas pada kegiatan yang memiliki anggaran saja.

Tahun 2026, dikatakan Handi, adalah "tahun berat" yang menentukan arah kebijakan dan sistem pemilu masa depan. Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk fokus pada persiapan teknis seperti penataan Dapil, peremajaan infrastruktur teknologi informasi yang sudah tidak prima, serta penguatan kapasitas SDM operator.

Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jateng, Paulus Widiyantoro mengatakan meskipun anggaran tahun 2026 terbatas, program pemutakhiran data pemilih (PDPB dan Coktas) harus tetap berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia meminta rekan-rekan di daerah untuk tidak menunda pekerjaan, melainkan langsung tuntas begitu data dari pusat turun dengan membagi prioritas secara seimbang antara data warga yang meninggal, usia lanjut, maupun data yang aneh (anomali).

“Jangan model menunda-nunda... karena sekarang datanya terpusat KPU sudah menerima data per enam bulan dari Kemendagri, maka kawan-kawan tidak usah minta-minta data lagi kepada Disdukcapil masing-masing,” ujarnya.

Ketua Divisi SDM Penelitian dan Pengembangan KPU Provinsi Jateng, Mey Nurlela menekankan bahwa masa "kosong" tahapan di tahun 2026 bukan berarti mengendurkan disiplin, melainkan justru menjadi waktu kritis untuk memperkuat pembinaan, pengawasan internal, dan peningkatan kapasitas SDM.

"Di situasi hari ini yang tidak ada tahapan justru rawan sekali terkait dengan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban, pembinaan pengawasan internal ini menjadi hal yang terus saja kami laksanakan di tahun dua ribu dua puluh enam,” ujar Mey.

Sekretaris KPU Provinsi Jateng, Tri Tujiana menekankan pentingnya transisi kerja menuju pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pengguna (stakeholder) dengan menjadikan Renstra sebagai panduan utama yang harus dibedah hingga ke level Satker. Tri memberikan instruksi tegas mengenai kepatuhan tenggat waktu laporan kinerja pada 27 Februari, percepatan sertifikasi tenaga pengadaan dan bendahara agar pencairan anggaran tidak terhambat, serta optimalisasi media sosial instansi secara kolektif.

"Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya jangan terserah Anda, kita berorientasi karena yang kita layani adalah masyarakat dan peserta pemilu,” paparnya.

Melalui forum ini, diharapkan seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif, menyampaikan masukan, kendala, maupun praktik-praktik baik yang telah dilaksanakan di daerah masing-masing, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama. (TR).

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 19 kali