KPU Karanganyar Ikuti Diskusi NGOPI ASLI, Kupas Tuntas Buku Logistik KPU RI
KARANGANYAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar mengikuti diskusi “Ngobrol Pinter Arsip dan Logistik (NGOPI ASLI) KPU Provinsi Jawa Tengah yang mengangkat tema "Staying Power – Semangat Tak Kenal Lelah dalam Pengelolaan Logistik,” Selasa (28/04/2026). Diskusi ini membedah buku pengelolaan logistik berjudul "75 Hari Perjalanan Terjal Logistik Pemilu 2024", yang diterbitkan KPU RI.
Hadir sebagai narasumber, Primus Supriono, salah seorang penulis buku yang juga Ketua KPU Kabupaten Klaten.
Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono menyampaikan bahwa tema “Staying Power – Semangat Tak Kenal Lelah dalam Pengelolaan Logistik”, bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari kerja nyata seluruh jajaran penyelenggara Pemilu.
“Kita semua memahami bahwa logistik merupakan salah satu pilar utama dalam kesuksesan penyelenggaraan pemilu. Ketepatan waktu, ketepatan jumlah, dan ketepatan kualitas distribusi logistik adalah indikator penting yang menentukan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,” kata Handi saat membuka acara.
Pengalaman pada Pemilu 2024, lanjut Handi memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita semua. Tantangan yang dihadapi tidak ringan—mulai dari kondisi geografis, cuaca, hingga kompleksitas distribusi ke wilayah terpencil. Namun demikian, dengan kerja keras, koordinasi yang solid, serta semangat pengabdian yang tinggi, seluruh tahapan dapat kita lalui dengan baik.
Acara yang diikuti oleh jajaran KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus refleksi atas dinamika pengelolaan logistik pada Pemilu 2024. Dalam pemaparannya, Primus Supriono menekankan bahwa keberhasilan distribusi logistik pemilu bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga tentang daya tahan, dedikasi, dan integritas penyelenggara. Ia mengisahkan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi geografis yang sulit dijangkau hingga keterbatasan waktu distribusi yang menuntut ketepatan dan kecepatan.
“Logistik pemilu adalah urat nadi penyelenggaraan. Ketika logistik terdistribusi tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas, maka kepercayaan publik terhadap proses demokrasi akan semakin kuat,” ujar Primus.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam memastikan seluruh tahapan berjalan lancar. Lebih lanjut, Primus mengulas pengalaman pengelolaan logistik selama 75 hari masa krusial Pemilu 2024, sebagaimana tertuang dalam buku “75 Hari Perjalanan Terjal Logistik Pemilu 2024”.
KPU Jateng berharap melalui kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang logistik dan arsip, sekaligus membangun budaya kerja yang tangguh dan adaptif. Semangat “tak kenal lelah” yang diangkat dalam tema menjadi pesan utama bahwa penyelenggara pemilu harus siap menghadapi berbagai tantangan dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi. (TRI).