Semangat Kartini 2026 - Teguhkan Peran Strategis Perempuan dalam Demokrasi, KPU Kabupaten Karanganyar Gelar Sosdiklih Bagi Pemilih Perempuan
KARANGANYAR – Rabu, (29/04/2026), bertempat di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih bagi pemilih perempuan yang kali ini diadakan dalam rangka memperingati hari Kartini tahun 2026. Acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube KPU Kabupaten Karanganyar ini diikuti oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW), anggota perempuan DRPD Kabupaten Karanganyar, dan organisasi kemahasiswaan perempuan.
Kegiatan yang bertemakan Kartini masa kini, suara perempuan dalam membangun demokrasi di Kabupaten Karanganyar ini dihadiri oleh narasumber dari Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Karanganyar, Farida Nurhayati, dan Anggota KPU Kabupaten Karanganyar, Devid Wahyuningtyas.
Acara dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Daryono. Disampaikan oleh Daryono bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan pemilih Tahun 2026, ada 3 (tiga) segmen sasaran utama yaitu segmen pemilih pemula, pemilih disabilitas, pemilih marginal. Untuk segmen pemilih marginal, KPU Karanganyar mengambil momen peringatan hari Kartini 2026, dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih kepada pemilih perempuan.
Selanjutnya, Daryono mengatakan bahwa jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 lalu sudah cukup bagus yaitu sebanyak 82,29 persen. “Karena pemilu itu ukuran sederhananya dari tingkat partisipasi. Kalau dalam lingkup Jawa Tengah, tingkat partisipasti pemilih kita ada di peringkat 5 tertinggi. Kalau dibedah lagi, dari 82,29 persen ini, partisipasi pemilih perempuannya adalah 84,56 persen. Angka ini sudah cukup bagus. Meski demikian, kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih harus terus dilakukan agar dapat meningkat lagi”, terangnya.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Farida Nurhayati. Farida yang juga merupakan istri Bupati Karanganyar ini mengatakan bahwa kesadaran berdemokrasi yang ada di Kabupaten Karanganyar selama ini sudah cukup bagus, dan suara perempuan Karanganyar mengambil bagian di dalamnya. Selain itu Farida juga mengatanakan bahwa sebagai seorang ibu, kita dituntut untuk bisa multitasking.
“Tugas dan kewajiban seorang ibu itu ada di lingkup keluarga, lingkup masyarakat, dan teruntuk ibu-ibu yang hadir di acara ini tentu saja ditambah turut aktif di organisasi masing-masing. Tentu saja ini adalah hal yang luar biasa. Kita sebagai perempuan memiliki tugas antara lain bagaimana kita bisa menciptakan demokrasi yang cantik di lingkup keluarga. Dimulai dengan mengemukakan pendapat di rumah, tentu dengan inilah dapat tercipta demokrasi yang indah. Kemudian hal ini dapat diteruskan di lingkup yang lebih luas yaitu di lingkup masyarakat. Tingkat partisipasi pemilih perempuan dalam Pilkada 2024 sebesar 84,56 persen, menunjukkan peran strategis perempuan dalam gelaran pesta demokrasi di Kabupaten Karanganyar. Hal ini agar dipertahankan dan terus ditingkatkan”, jelasnya.
Sesi pemaparan materi dilanjutkan oleh Devid Wahyuningtyas. Devid mengatakan bahwa tugas dan kewajiban kita ini di dalam mengembangkan demokrasi, khususnya di Kabupaten Karanganyar ini menjadi PR besar untuk kita bersama.
“Kita dituntut tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga berani maju untuk mencalonkan diri. Kemudian berani percaya pada kepemimpinan perempuan. Lalu mendorong sistem untuk lebih berpihak kepada perempuan. Ini dicontohkan ketika pemilu, kita diberikan kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan. Tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan ruang-ruang yang ada ini untuk mendorong keterwakilan perempuan”, kata Devid.
Harapannya, lanjut Devid, bahwa kita mendorong untuk perempuan berani maju, perempuan percaya pada kepemimpinan perempuan, dan kita akan bersama-sama mendorong terciptanya sistem yang lebih ramah terhadap perempuan. “Perempuan tidak hanya pelengkap demokrasi, tapi perempuan adalah penggerak demokrasi”, pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut KPU Karanganyar membagikan souvenir berupa buku yang berjudul “Sabda Kawula”, Risalah Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 Kabupaten Karanganyar, kepada peserta yang berperan aktif dalam diskusi. (HF)