KPU Karanganyar Ikuti Kajian Hukum Pemilu Diskusi Film - Please Vote For Me
KARANGANYAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar mengikuti Kajian Hukum “Kamis Sesuatu” Seri ke-48 yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Tengah, Kamis (23/04/2026). Kegiatan diikuti oleh Anggota KPU Karanganyar bersama Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Karanganyar melalui pembelajaran Diskusi Film Please Vote For Me yang menghadirkan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pati, Haryono, sebagai narasumber.
Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Machruz, menilai kegiatan diskusi film Please Vote For Me sebagai sarana edukasi beranah demokrasi yang mampu memberikan perspektif baru yang dikemas ringan dan menarik, namun dapat memperkaya wawasan pemilu. “Diskusi melalui film Please Vote For Me sebagai salah satu film bertema demokrasi yang cukup menarik untuk dikaji. Situasi dalam film tersebut secara garis besar mencoba memberikan berbagai dinamika yang tergambar dalam proses Pemilu termasuk kajian dalam penerapan etika Pemilu yang harus diberikan sejak dini," kata Machrus, ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Jateng.
Haryono, selaku narasumber menjelaskan bahwa film Please Vote Me memberikan gambaran mengenai dinamika praktik demokrasi sejak tahap awal hingga pemungutan suara.
“Proses penunjukan kandidat menjadi tahap krusial yang menentukan arah kompetisi politik. Adanya praktik ‘politik uang’ yang digunakan untuk menarik dukungan, serta munculnya serangan identitas yang berpotensi memecah pemilih. Kondisi ini menunjukkan bahwa kontestasi tidak selalu berjalan secara sehat dan rasional,” jelas Haryono.
Selain itu, Haryono menerangkan pula bahwa terdapat perbedaan antara citra yang dibangun kandidat dengan realita yang sesungguhnya.
“Dalam praktiknya, politisasi identitas juga kerap dimanfaatkan sebagai strategi untuk memperoleh simpati pemilih. Kemudian yang mana pada tahap akhir, proses pemungutan dan penghitungan suara menjadi penentu hasil, namun tetap saja dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi pada tahapan sebelumnya”, terang Haryono.
Sesi penutup, Haryono menegaskan bahwa sebagaimana tergambar dalam film Please Vote Me, sistem yang ideal tidak akan berarti tanpa budaya politik yang matang, sehingga kualitas demokrasi pada akhirnya ditentukan oleh kesadaran, partisipasi, dan kedewasaan masyarakat dalam berpolitik. Oleh karena itu, pelaksanaan Pemilu di Indonesia diharapkan tidak hanya menekankan aspek prosedural, tetapi juga memperkuat pendidikan politik, literasi demokrasi, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas agar benar-benar mencerminkan kedaulatan rakyat. (FF)